Pulau Pari: Pantai Pasir Perawan Di Pulau Seribu

Pulau Pari: Pantai Pasir Perawan Di Pulau Seribu

Pulau Pari: Pantai Pasir Perawan Di Pulau Seribu

Haaa... akhirnya selesai juga artikel ini, di sini saya kembali dengan artikel baru tentang keindahan pulau-pulau di Kepulauan Seribu! Harus dikatakan saya memiliki banyak blog saya yang lain yang tentunya menghabiskan banyak waktu, namun untuk sajian informasi kali ini rasanya memang wajib untuk menjadikan blog ini menjadi blog otoritas untuk Pulau Seribu. Well tidak adanya rencana perjalanan yang menyenangkan tahun ini dari kehidupan sehari-hari yang klasik, dan tidaklah mudah rasanya untuk terus berpergian sementara masih ada hal lain yang harus di kerakan. Jadi saya memutuskan untuk cukup mencurahkan satu malam saja dan membatasi diri saya pada beberapa kata pilihan! Dan ini akan menyelamatkan saya dari menulis hal-hal lainnya yang mungkin tidak perlu 🙂 Artikel ini akan saya khususkan untuk sebagian kecil dari perjalanan seru saya di Pulau Seribu khususnya Pulau Pari.

Pulau Pari | Pulau Seribu


Pulau Pari | Pulau Seribu

Pulau Pari adalah bagian dari kelompok pulau-pulau di kepulauan seribu. Gugusan kelompok pulau ini tepatnya terletak di utara Jakarta, disini saya bisa menghirup udara segar nan bersih, beristirahat, dan tentu saja petualangan! Jauh dari polusi, kebisingan, dan hanya untuk beberapa ratus ribu rupiah saja, nah apa saja hal seru yang ada disini? Yuk kita jelajah artikel ini, sikat sampai habis!

Pulau Seribu memang cukup berbeda. Banyak dari pulau-pulau ini yang tidak berpenghuni, ada yang hanya diperuntukkan bagi penduduk setempat, yang lainnya malah telah diubah menjadi pulau resor ultra-turis. Pulau Pari adalah jenis lainnya disini: sebuah pulau yang dihuni oleh penduduk setempat, tanpa hotel tetapi juga menjadi tempat dimana wisatawan berdatangan! Baiklah, dibawah ini semua informasi yang perlu anda ketahui tentang Pulau Pari.

Bagaimana menuju ke Pulau Pari?

Kecuali jika anda tidak memiliki kemampuan teleportasi ke sana, maka anda tidak punya pilihan selain naik kapal dari Jakarta. Beberapanya adalah kapal cepat, dan pastinya lebih mahal, yang lainnya sedikit lebih murah. Banyak dari kapal-kapal ini bahkan terbuat dari kayu dan dapat membuat takut orang yang kurang terbiasa! Tetapi para navigator tangguh ini mampu menavigasi tanpa kesulitan, hebat bukan?

Perahu berangkat hanya di pagi hari, seringnya malah sangat awal, sebelum jam 8 pagi. Harganya cukup murah, kurang dari 100 ribu rupiah untuk pulang pergi yang termurah dan sekitar di ats 100 ribu rupiah untuk yang lebih mahal. Marina Ancol adalah pelabuhan keberangkatan untuk kapal cepat dan beberapa kapal kayu. Muara Angke untuk keberangkatan kapal kayu lainnya. Anda bisa datang ke satu atau yang lainnya, dan harga itu dapat berubah menjadi lebih murah pada menit terakhir jika kesempatan waktu semakin sempit jika anda beruntung, sebaiknya anda hindari Muara Angke yang merupakan tempat yang saya rasa lebih sulit.

Harap dicatat, harga mungkin berbeda secara signifikan tergantung pada pulau yang anda tuju. Beberapa perahu mungkin penuh dengan turis yang pergi ke pulau-pulau resor, pulau-pulau wisata, yang seringkali harga akan berbeda. Beberapa ongkos kapal dapat menjadi lebih murah untuk tiket sekali jalan! Jika anda merasa sedikit kesepian di kapal anda tanpa dipenuhi turis, ini pertanda baik! Dan anda dapat mudah pergi ke tempat tinggal penduduk setempat, Anda tidak mendapatkan kesulitan dan anda bisa pergi untuk melihat tempat-tempat terbaik di sini!

Kapal Pulau Pari

Berhati-hatilah: Terkadang jam perjalanan menuju ke pulau biasanya dilakukan saat perairan sedang tenang, dan untuk kembali mungkin akan sebaliknya. Jadi jika anda memiliki risiko mabuk laut maka sebaiknya anda mempersiapkan diri anda dengan mencari tahu tentang tips untuk menghindari mabuk laut. 🙂

Penginapan di Pulau Pari

Di Pulau Pari, anda wajib menginap setidaknya 1 malam. Anda memiliki pilihan diantara lokasi perkemahan di dekat Pantai Pasir Perawan atau di rumah-rumah dengan penduduk setempat, yang disebut homestay (istilah yang sangat bukan Indonesiawi seperti yang anda dengar). Tapi ini cocok untuk para wisatawan, tapi jangan berharap penginapan ini seperti hotel berbintang 5 ya!! Karena tentu saja fasilitasnya tidak sempurna: kasur di lantai, seprai, meja, toilet, dan kamar mandi lokal dan hanya itu, ya hanya itu saja! Anda tidak akan memiliki dapur jika anda suka memasak. Namun ini akan menjadi liburan yang sempurna untuk menghargai tempat-tempat alami tanpa mengaitkannya dengan hotel mewah.

Penginapan Pulau Pari

Harga penginapan disini tentu saja cukup konyol untuk turis manca negara: sekitar € 25 per malam, untuk sebuah rumah yang dapat menampung 7 hingga 10 orang! Namun untuk wisatawan lokal anda bisa bernegosiasi dengan lebih baik.

Pulau ini kecil, jadi jangan mencari tempat tinggal yang spesifik. Tapi semakin dekat anda ke Pantai Pasir Perawan akan semakin baik. Dan anda tidak akan melupakan ini.

Apa yang harus dilakukan di Pulau Pari?

Ukuran pulau yang kecil berarti anda akan dengan cepat terbatas aktivitasnya! Yang pertama adalah berjalan di sekitar pulau. Atau lebih tepatnya, untuk mengambil satu-satunya jalan kecil yang melintasinya. Perjalanan berlangsung sekitar setengah jam tanpa terburu-buru. Di perjalanan ini anda bisa menikmati suasana pulau kecil dengan dunianya yang hmm sangat membuat damai.

Pulau Pari: Pantai Pasir Perawan Di Pulau Seribu

Yang kedua adalah menikmati pantai yang indah dan segala aktivitasnya. Saya tidak akan menyebut seperti Pantai Bintang dan Pantai Kresek, yang merupakan pantai cantik yang sayangnya hanya saya lewati. Agak terletak di barat daya pulau, dan pantai-pantai berada di seberang pantai andalan Pulau Pari: Pantai Pasir Perawan. Secara harfiah apakah ini berarti "pantai berpasir untuk perawan kah?", namun ini adalah surga kecil yang sesungguhnya dan surga kedamaian. Anda bisa menilai sendiri menilai dari foto!

Anda bisa mengakses gundukan pasir kecil yang terletak di foto pertama dengan berjalan kaki atau, lebih baik, dengan berenang. Tidak banyak yang bisa dilakukan selain duduk diam, mengagumi keindahan warna air, berjemur atau bermain pasir di bawah sinar matahari dan makan ikan bakar yang enak. Atau mungkin ayunan? Apa aja deh, yang jelas bikin selalu kangen.

Snorkeling juga merupakan kegiatan yang mudah dilakukan di Pulau Pari. Yang terbaik adalah dengan meminjam salah satu kapal penangkap ikan yang ditunjukkan pada foto dan lebih jauh ke hulu dari artikel ini. Tentu saja, lebih mudah didampingi oleh penduduk setempat terutama yang berusia muda, karena para nelayan yang sudah berusia lanjut, jarang berbicara bahasa lain selain bahasa Indonesia dan perlu menegosiasikan harga dengan mereka sebelum anda pergi menjelajah. Perahu disini sangat penting karena karang berada tidak dekat dengan pantai dan anda harus melintasi ladang bakau seperti ini. Dan lagi, ini sangat bagus!

Sayangnya saya tidak punya video snorkeling! Namun saya merangkum banyak dokumentasi foto dari awal sampai akhir untuk seluruh bagian yang didedikasikan untuk Pulau Pari ini. Memang rasanya saya harus mengakui bahwa ini bukanlah tempat snorkeling terbaik di dunia atau bahkan di Indonesia tetapi lebih baik daripada snorkeling di kolam renang 🙂

Untuk kembali ke Pantai Pasir Perawan, ketahuilah warna airnya tidak seindah di sore hari. Memang, matahari telah berubah dan menampilkan warna pirus membutuhkan sinar yang berorientasi sempurna untuk menunjukkan suasana yang dramatis. Karena itu saya lebih suka berkunjung di pagi hari atau untuk makan siang.

Mengenai hal lainnya di pulau ini, saya menyarankan anda untuk mengagumi senja matahari terbenam, sekitar pukul 6 malam setiap hari dalam setahun, di sisi lain pulau, di ujung timur.

Sunset di pulau pari

Akhirnya, pemandangan di dekat pelabuhan juga patut mendapat sedikit perhatian karena warnanya yang megah dan mengagumkan.

Selain itu, saya tidak akan menyembunyikan hal lain dari anda bahwa beberapa tempat di pulau itu, terutama di dekat pelabuhan dipenuhi sampah. Padahal ini adalah salah satu pulau terpencil di negara kita. Akhirnya, saya peringatkan bahwa air yang mengalir tentu saja tidak dapat diminum dan terlihat kotor bahkan untuk mandi! Tidak dingin, baunya tidak enak, dan bahkan saya tidak mencoba untuk menyikat gigi! Sekali lagi, masalah sampah ini adalah masalah yang sama di banyak pulau seperti Pulau Pari. Bagi saya ini satu-satunya masalah yang akan anda temui di sana.

Makanan di Pulau Pari?

Para vegetarian yang terkasih, saya minta maaf tetapi saya harus berbicara tentang ikan! Ikan segar, cumi dan krustasea lain dari Pulau Pari benar-benar nikmat dan harga yang sangat rendah. Saya sarankan khususnya Cafe Toni yang terletak di Pantai Pasir Perawan. Jika anda seorang pecinta makanan laut, Anda pasti akan menikmatinya!

Selebihnya, ketahuilah bahwa Pulau Pari adalah pulau yang sangat tradisional dan lokal. Ada beberapa wisatawan pada saat yang sama di pulau itu. Sebagai contoh, saya bertemu 4 orang asing yang saya tidak tahu dari negara mana mereka berasal. Saya juga memperingatkan anda bahwa mandi disini dengan menggunakan pakaian. Karena itu dapat memalukan bagi anda untuk mengenakan baju renang sederhana seperti bikini, terutama wanita. Tetapi 2 orang Jerman dengan santai mengujinya di sebuah pulau kecil dan semuanya berjalan dengan baik 🙂

Dan pada akhirnya, tidak ada tempat untuk berpesta di Pulau Pari jadi lupakan pesta! Cukup nikmati suasana alam saja.

Pulau Pari: Pantai Pasir Perawan Di Pulau Seribu

Akhir Kata

Pulau Pari adalah surga kecil yang indah, hanya lebih dari satu jam dari belantara gedung-gedung kota Jakarta. Jika anda harus tinggal lebih dari 4 hari di ibukota, baiknya jangan tinggalkan Jakarta sebelum anda berkunjung ke Pulau Seribu! Makanan yang sangat terjangkau, lokal, makanan tambahan, pulau ini baik untuk beristirahat dan relaksasi. Ini mungkin akan menjadi salah satu pemandangan terindah yang bisa anda kagumi dalam hidup anda. Terimakasih dan semoga kita semua berbahagia.